BPJS Kesehatan merupakan program perpanjangan tangan pemerintah dalam menjamin pembiayaan kesehatan masyarakat. Target peserta BPSJ kesehatan adalah semua masyarakat Indonesia termasuk saya dan Anda.

Malah, pembayar iuran BPJS kesehatan ini sudah merambah kepada tenaga kerja asing yang sudah bekerja di Indonesia selama lebih dari 6 bulan.

Diluar segala hal yang menjadi kekurangan BPJS kesehatan, program ini sangat baik bagi masyarakat karena setiap tahunnya biaya pengobatan Rumah Sakit semakin mahal.

Ada beberapa hal yang menurut saya perlu kita ketahui mengenai BPJS. Apa saja? Yuk cek….

 

1. Defisit Keuangan BPJS

Sudah bukan rahasia lagi BPJS masih mengalami defisit keuangan. Saat saya menulis artikel ini, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah menerima bailout (dana talangan) sebesar Rp 4,993 triliun dari kementerian keuangan (Kemenkeu).

Meski begitu, BPJS kesehatan masih dihantui defisit keuangan. Pasalnya, berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) defisit BPJS kesehatan tahun ini mencapai 10,98 triliun.

Sementara berdasarkan rencana kinerja dan anggaran tahunan (RKAT) 2018 yang disusun manajemen, defisit arus kas (cashflow) 2018 mencapai Rp 16,5 triliun.

Direktur utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengatakan BPJS Kesehatan menggunakan sistem keuangan berimbang. Besaran pemasukan setara dengan besaran pengeluaran. Untuk mencegah defisit keuangan tahun ini manajemen akan melakukan efisiensi.

 

defisit bpjs

source: katadata

 

Bentuk efisiensi yang akan dilakukan adalah dengan melakukan pengaturan pada layanan kesehatan pada penyakit katarak, persalinan bayi sehat dan fisioterapi.

“Dalam layanan ini kami tidak mengurangi atau menghilangkan layanan. Kami melakukan pengaturan yang lebih baik. Pasien yang wajib dioperasi maka harus segera dioperasi sementara yang belum wajib dilakukan penjadwalan penanganan,” ujar Fahmi ketika berkunjung ke kantor Trans Media, Kamis (27/9/2018).

Bentuk lainnya adalah rujukan online. Dengan sistem ini peserta BPJS kesehatan akan memperoleh layanan rumah sakit disesuaikan dengan kompetensi, jarak dan kapasitas rumah sakit tujuan rujukan berdasarkan kebutuhan medis pasien.

“Dari penataan ini kami menargetkan bisa memperoleh efisiensi sebesar Rp 3 triliun,” tambah Fahmi.

BPJS Kesehatan memang memiliki potensi menderita defisit setiap tahun. Pasalnya, besaran iuran tidak bisa menutupi rata-rata biaya peserta.

Pada 2017, premi per orang per bulan mencapai Rp 34.119, sementara rata-rata biaya per orang Rp 39.744 per bulan. Artinya, ada selisih sebesar Rp 5.625 per bulan yang harus ditanggung BPJS Kesehatan.

Saya tidak ingin menyalahkan pemerintah disini. Dari sudut pandang saya sebagai pelaku asuransi, BPJS masih perlu banyak berbenah bukan hanya dari internal namun dari kesadaran pengguna BPJS (masyarakat).

Setahu saya, masih banyak masyarakat yang menunggak membayar bulanan BPJS. Koreksi saya jika salah.

Mereka baru melunasi tunggakan saat akan menggunakan pelayanannya di Rumah Sakit. Tentu hal ini dapat memberatkan cashflow BPJS.

Lalu bagaimana bagi kita yang mengaku ingin membantu pemerintah dalam program BPJS ini?

Ambil asuransi swasta. Selain akan sangat meringankan beban klaim yang ditanggung pemerintah pada BPJS, pelayanan yang didapatkan pun jauh lebih baik.

Program BPJS merupakan program wajib bagi semua institusi Rumah Sakit di Indonesia. Namun, sudah bukan rahasia lagi pelayanan yang diberikan Rumah Sakit kepada pasien BPJS sangat berbeda dengan pelayanan yang diberikan kepada pasien tanpa BPJS.

Sebagai gambaran, pasien kanker yang memanfaatkan BPJS di RS Dharmais harus menunggu setidaknya 3 bulan untuk mendapatkan antrian kemoterapi!

Itupun tidak semua obat dicover oleh BPJS.

So, yuk persiapkan proteksi finansial Anda saat risiko sakit kritis kepada perusahaan asuransi swasta. Selain akan membantu pemerintah dengan programnya, hal ini juga akan memberikan Anda dan keluarga keamanan finansial.

source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20180928112213-4-35182/bpjs-kesehatan-defisit-rp-165-t-ini-yang-dilakukan-direksi

 

2. Operasi Sesar Yang Ditanggung BPJS

Berapa biaya operasi sesar untuk wanita melahirkan?

Sepengetahuan saya, operasi sesar membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sekitar delapan hingga puluhan juta rupiah. Itu pun tergantung pada kebutuhan penanganan pasien itu sendiri, semakin berisiko biasanya akan semakin mahal.

Namun ternyata jika kita memiliki BPJS, ini bisa meringankan biaya. BPJS benar bisa digunakan untuk menanggung biaya persalinan dengan cara operasi sesar.

Namun harus kita ketahui, tidak semua operasi sesar akan ditanggung oleh BPJS. Ada beberapa ketentuan khusus saat menggunakan BPJS untuk penanganan operasi sesar.

Namun, ada ketentuan khusus bagi pengguna BPJS agar bisa mendapatkan keringanan biaya operasi sesar. Apa saja?

 

1. Operasi Sesar dilakukan atas Indikasi Medis

Tidak semua penanganan ini ditanggung oleh BPJS. Indikasi medis menjadi salah satu syarat bagi pasien BPJS yang akan melakukan operasi sesar. Misalnya Anda  diindikasi penyakit, ketuban pecah, atau posisi bayi yang sungsang.

Jadi bukan karena “dok istri aku mau operasi sesar aja ya pake BPJS”. Not like that….

 

2. Rujukan dari Dokter Faskes Tingkat 1

BPJS Kesehatan sudah menetapkan prosedur yang wajib diikuti oleh pasien yang membutuhkan persalinan dengan cara sesar.

Pasien yang tidak dalam kondisi “gawat darurat”, wajib memulai pemeriksaan di fasilitas kesehatan tingkat 1 seperti Puskesmas, poliklinik, dokter pribadi maupun Praktik.

Jika menurut dokter ada indikasi persalinan harus secara sesar, Anda baru bisa meminta rujukan rumah sakit atau dokter akan memberikan rujukan rumah sakit untuk menjalani sesar.

Sekali lagi diingatkan, rujukan harus karena indikasi penanganan memang hanya bisa secara sesar ya, bukan Anda yang meminta sendiri.

 

3. Pasien Dalam Keadaan Emergency Bisa Langsung Menuju IGD

Lalu bagaimana jika pasien mengalami ketuban pecah dan harus segara dilarikan ke IGD? Apakah harus meminta rujukan dulu ke faskes tingkat 1 agar bisa menggunakan BPJS kalau-kalau persalinan harus dengan cara sesar?

Tenang saja, BPJS akan menanggung biaya persalinan dan operasi sesar tanpa harus meminta rujukan dari faskes tingkat 1.

EMERGENCY

 

4. Kartu BPJS Pasien Harus Dalam Keadaan Aktif

Syarat berikutnya adalah, kartu BPJS pasien harus dalam keadaan aktif atau tidak memiliki tunggakan. Jika tidak, mohon maaf nih, biaya operasi sesar tidak bisa ditanggung BPJS.

Yuk cek, masih aktif atau tidak BPJS yang kita miliki. Kapan terakhir kali membayar iuran BPJS?

 

operasi sesar dengan BPJS

 

3. Delapan Penyakit Tergolong Berat Ini Tidak Ditanggung 100% Pembayarannya Oleh BPJS Kesehatan!

Terus berupaya mengatasi permasalahan defisit keuangan yang alami, BPJS Kesehatan melontarkan wacana akan melibatkan peserta dalam mendanai perawatan penyakit berbiaya tinggi dan berbahaya guna mengurangi beban kinerja mereka.

Terdapat delapan penyakit yang pendanaannya bisa ditanggung bersama antara BPJS Kesehatan dengan pasien, atau dengan kata Lain 8 penyakit ini tidak ditanggung 100% oleh BPJS Kesehatan.

Delapan penyakit tersebut antara lain:

penyakit kritis yang tidak dicover BPJS

 

BPJS Kesehatan berharap masyarakat memaklumi karena biaya yang harus dirogoh dari kantong BPJS Kesehatan untuk membiayai perawatan penyakit tersebut besar.

Fahmi Idris, Dirut BPJS Kesehatan mengatakan, pembiayaan perawatan penyakit tersebut selama ini cukup menguras kantong BPJS Kesehatan.

Untuk pembiayaan perawatan penyakit jantung saja sepanjang 2016 kemarin, total belanja BPJS Kesehatan yang harus dikeluarkan untuk membiayai perawatan penyakit tersebut mencapai Rp7,485 triliun.

No Penyakit Total Belanja 
1 Kanker Rp2,35 triliun
2 Gagal ginjal Rp2,592 triliun
3 Stroke Rp1,288 triliun
4 Thalasemia Rp485,193 miliar
5 Sirosis hepatitis Rp232, 958 miliar
6 Leukimia Rp183,295 miliar
7 Hemofilia Rp119,64 miliar

 

Jika ditotal, biaya perawatan yang harus dikeluarkan BPJS Kesehatan untuk perawatan penyakit tersebut mencapai Rp14,692 triliun atau 21,84% dari total seluruh biaya pelayanan kesehatan yang dikeluarkan BPJS Kesehatan pada 2016 kemarin.
Seperti dilansir oleh Kontan.co.id, Kamis (23/11/17),

Fahmi Idris mengungkapkan:
“Cost sharing ini harus kami sampaikan supaya masyarakat tidak kaget.”

Fahmi pun menambahkan masih belum tahu berapa porsi pendanaan perawatan yang akan dibebankan kepada peserta BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan sampai saat ini masih menghitung rincian beban yang akan dikenakan kepada peserta BPJS Kesehatan.
Fahmi hanya memastikan, pembagian beban tersebut tidak akan diberikan kepada semua peserta. Pembagian beban hanya akan dilakukan dengan peserta dari golongan masyarakat mampu.

Ketahui Kategori Gawat Darurat Versi BPJS Kesehatan!

Banyak di antara kita yang mungkin merasa ribet berobat dengan BPJS Kesehatan. Pasalnya, kita seringkali tidak bisa langsung ke rumah sakit, namun mesti ke Faskes (Fasilitas Kesehatan) 1 dulu tempat kita terdaftar.

Setelah Faskes 1 yang biasanya berupa Puskesmas, klinik, atau dokter keluarga tidak bisa menangani, barulah kita dirujuk ke rumah sakit.

So, solusi paling baik untuk penyakit-penyakit kritis seperti ini kita harus memiliki asuransi dari perusahaan swasta sebagai pelengkap BPJS.

Hal ini selain akan meringankan pemerintah, juga sangat membantu orang yang Anda sayangi disekitar Anda saat penyakit kritis terjadi.

Tahukah Anda, di Indonesia setiap jamnya ada satu orang meninggl karena penyakit kanker?

Ya…sebegitu gawatnya kanker saat ini. Setiap tahun penyakit ini dinobatkan menjadi salah satu pembunuh manusia terbanyak. Bukan hiu, bukan singa, bukan kecelakaan….namun kanker.

Jadi, itulah 3 hal tentang BPJS yang harus Anda ketahui.

 

Kecerdasan finansial tidak dimulai dari seberapa besar income yang harus kita miliki. Justru kecerdasan finansial HARUS dimulai dari seberapa apik kita mengatur income saat ini.

Di buku finansial pribadi apapun yang Anda baca, proteksi finansial merupakan hal wajib yang harus dimiliki sebelum yang lain. Karena inilah yang akan menyelamatkan Anda disaat kondisi kritis.

Salam cerdas, your friendly Allianz Agent 🙂

Share artikel ini jika menurut Anda Bermanfaat 🙂

Subscribe Untuk Artikel Bermanfaat Berikutnya

Subscribe Untuk Artikel Bermanfaat Berikutnya

Bergabung mailing list kami untuk mendapatkan artikel bermanfaat bagi Anda.

Terima Kasih Karena Telah Memberikan Kepercayaan Kepada Kami